Pendam Cintaku July 18, 2008
Posted by dhimasaris in Puisi Cinta.Tags: cinta
trackback
Menari ku dalam sendu
ketika harap menjadi tiada mengerti
letih ku di sini, dalam memendam kasih untukmu
angin menjauh
awan berlalu
terisak ku berjalan tanpa tahu kapan kau bisa kurengkuh
mengapa ceritaku begitu muram
hatiku terpahat dalam impian
namun dirimu bukanlah untukku
meski kutahu, engkau mendambaku
takkan bisa sesal pertemukan kita
sungguh aku binasa
hari-hari bagaikan api yang seakan mengukungku
mengenangmu
mencintaimu
mengharapmu
memanggilmu
memeluk bayangmu
entah apakah aku mampu tegak berdiri tanpamu….
Comments»
No comments yet — be the first.